the story of a lady and a young woman

Menyembuhkan Anak dari The Wanting Everything Syndrome

Filed under: We are Mommies | Tags: | December 23rd, 2005
Post

Published in : We Are Mommies Homepage
Date : Tuesday, 13 December 2005

Setiap orang tua pasti ingin membahagiakan anaknya, memenuhi semua keinginannya. Tetapi jika tidak hati-hati, anak anda bisa terjebak The Wanting Everything Syndrome. Bagaimana menghindarinya? Simak beberapa tips berikut ini.

Tunjukkan nilai dari setiap benda/barang dengan jelas
“Tunjukkan kepada anak-anak benda / barang yang betul-betul penting dan diperlukan” begitu kata Betsy Taylor, Director of the Center for a New American Dream. Tunjukkan juga kepada anak-anak bahwa jika Anda membeli sesuatu benda/barang, hal itu dikarenakan benda/barang tersebut mempunya nilai dan kegunaan untuk Anda, bukan karena Anda hendak memamerkan barang tersebut kepada orang lain. Taylor juga menambahkan, orang tua tidak perlu takut membicarakan masalah uang kepada anak-anak : “Jika Anda tidak mampu membeli sesuatu benda/barang karena tidak mampu, jujurlah kepada anak-anak”.

Batasi Waktu Menonton TV
Menurut Susan E. Linn, EdD, seorang psikolog dari Harvard Medical School, menonton sajian iklan TV perlahan-lahan memberikan sebuah pesan yang salah kepada anak-anak : bahwa kepemilikan akan sesuatu barang membuat kita bahagia. Dampingi anak-anak ketika mereka menonton iklan TV, bantu mereka dengan menerangkan pesan yang diberikan dari iklan tersebut.

Lakukan dan nikmati kegiatan lain yang bersifat non-materi
Fasilitas umum seperti taman atau pun taman hiburan yang semakin langka di kota-kota besar, membuat kegiatan akhir pekan kita kerap dipenuhi dengan hanya jalan-jalan ke pusat perbelanjaan yang satu ke lainnya. Hal ini lambat laun akan menciptakan pola hidup yang konsumtif kepada anak-anak. Cobalah melakukan kegiatan lain yang melibatkan semua anggota keluarga seperti jalan pagi bersama, membuat penganan kesukaan bersama di rumah, melakukan hobi pekerjaan tangan, dan masih banyak lagi kegiatan lain yang tidak melibatkan biaya besar, begitulah kira-kira menurut Betsy Taylor. “Lakukan kegiatan-kegiatan yang lebih melibatkan minds dan spirits, dan tidak melibatkan biaya besar.”

Ritual “Decommercialize”
“Jangan selalu merasa, wah saya harus membuat pesta ulang tahun yang mahal dan bergengsi” saran Juliet Schor, seorang Professor dari Harvard dalam tulisannya dengan judul : The Overspent American (Harper Collins, 1999). Schor menyarankan agar dibuat kesepakatan dalam keluarga Anda untuk mengurangi hadiah-hadiah yang biasa diberikan saat Hari Raya, ulang tahun, dan sejenisnya.

Berikan Anak-anak jatah Uang Saku, tumbuhkan semangat menabung dan bantu mereka cara mengaturnya
Sebuah survey di lakukan di Amerika pada tahun 1999 kepada sekitar seribuan pembaca majalah anak-anak Zillions di kelompok usia antara 9 – 14 tahun yang mendapat uang saku dari orang tuanya : anak-anak ini cenderung mempunyai kebiasaan menabung dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mempunyai uang saku bulanan. Jumlah uang saku bulanan yang dapat Anda berikan tergantung dari kondisi dan situasi dari kota tempat Anda dan keluarga tinggal. Bantu juga anak-anak cara mengatur uang, mana yang lebih penting untuk dibeli terlebih dahulu dan mana benda/barang yang tidak perlu dibeli.

Jangan menunjukkan kasih sayang dan cinta Anda dengan cara menghujaninya dengan hadiah-hadiah yang berlebihan
“Expose kepada hal-hal yang berbau materi dan bersifat kekayaan akan memberikan dampak, kerinduan dan keinginan akan hal-hal yang berbau materi pada diri anak-anak” begitu menurut Karen Bohlin EdD, Direktur dari Center for Advancement of Ethics and Culture. Lambat laun dengan berjalannya waktu pola pikir anak akan menjadi sangat materialistis. Anda harus mengkondisikan sebuah suasana dimana anak-anak menjadi anak-anak yang bersyukur dan jawaban yang didapat jika kita menanyakan kepada mereka setelah mereka dewasa : kira-kira pengalaman masa kecil yang paling berkesan? Jawaban mereka bukanlah hadiah-hadiah yang pernah mereka terima. Mereka akan menjawab pertanyaan kita dengan pengalaman yang manis ketika membantu ibu membuah kue kering untuk Lebaran, Kue Bolu Kukus terenak di dunia buatan Nenek contohnya atau menemani Ayah ke bengkel motor/mobil. Kasih yang tidak terbatas dan tidak materialistis dari orang tua, ini lah yang sangat diperlukan oleh anak-anak kita. Semoga mereka menjadi anak-anak yang bersyukur atas rizki dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya. (Sylvie Gill)

Disadur dari : Ladies’ Home Journal
Image diambil dari : http://www.gettyimages.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>